Tanda-Tanda Kehamilan Yang Harus Dipahami Oleh Semua Ibu Hamil

tanda-tanda kehamilan yang berbahaya dan tidak

Pada pembahasan kali ini saya akan sedikit menjelaskan mengenai tanda-tanda normal dan tanda-tanda berbahaya selama kehamilan, sehingga ibu tidak perlu merasa khawatir dan tetap tenang saat mengalaminya.

Ada beberapa tanda yang terlihat tidak normal, namun nyatanya tidak berbahaya. Begitu juga sebaliknya, ada tanda-tand ayang terlihat normal-normal saja, namun justru berbahaya.

Selama kehamilan, tanda kecil juga bisa membuat ibu merasa cemas, terutama ketika itu mempengaruhi kesehatan dan perut bayi. Namun, banyak sekali ibu-ibu yang terlalu khawatir, sehingga sedikit-sedikit minta kepada suami agar segera dihantarkan ke dokter.

Tanda-tanda kehamilan yang harus dipahami oleh semua ibu hamil

Pendarahan, demam, nyeri dan pilek

Jika Anda mengalami pendarahan, diikuti sesak dan demam ataupun tanda-tanda pilek, maka sebaiknya Anda harus segera menemui dokter. Alangkah baiknya, sebelum pergi ke dokter Anda mengukur suhu tubuh menggunakan termometer dahulu. Tujuannya agar Anda bisa memberi tahu dokter mengenai kondisi secara lebih detail.

Sakit kepala dan pusing

Jika Anda tiba-tiba saja merasa pusing atau sakit kepala, ditambah penglihatan menjadi kabur, hal pertama yang harus dilakukan adalah minum lebih banyak air dan berbaring miring ke kiri. Pada umumnya, dehidrasi seringkali memicu terjadinya sakit kepala dan pusing.

Apabila masih tidak kunjung reda, ibu hamil harus segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Buang air kecil terasa menyakitkan

Ini adalah tanda infeksi saluran kemih, kondisi umum pada wanita terutama wanita hamil. Dapatkan perawatan medis dan perawatan segera setelah Anda melihat gejala-gejala ini untuk menghindari komplikasi nantinya yang bisa menyebabkan bayi Anda lahir prematur atau memiliki berat badan rendah.

Untuk menghindari penyakit semacam ini, minumlah banyak air (2 liter / hari), bersihkan celana Anda segera setelah Anda berhubungan seks, pakailah celana katun, dan hindari mengenakan celana ketat seperti legging. atau celana jeans.

Baca juga:  Perubahan Yang Terjadi Di Daerah Kewanitaan Selama Kehamilan

Nyeri panggul

Jika Anda menderita sakit parah di bagian depan panggul, pinggul, selangkangan atau perut bagian bawah selama kehamilan (lebih serius jika gejala ini disertai dengan demam), ini juga merupakan tanda-tanda yang harus segera mendapat perawatan dokter.

Anda perlu memberi tahu dokter Anda. Jika penyakit Anda tidak terlalu parah, Anda masih bisa memiliki bayi yang normal. Dengarkan dokter Anda untuk kesehatan yang baik sebelum hari kelahiran si buah hati.

Muntah datang dengan demam atau nyeri tubuh

Hampir semua wanita hamil harus menjalani morning sickness selama kehamilan. Dokter mengatakan bahwa morning sickness hampir tidak mempengaruhi Anda atau bayi Anda.

Tetapi jika Anda menderita morning sickness yang parah seperti muntah terus-menerus, demam, dan nyeri tubuh, Anda harus meminta dokter untuk membantu Anda melewati periode ini dengan lebih mudah serta menghindari merusak kesehatan ibu dan bayi. .

Demam lebih dari 39,5 derajat celcius

Selama kehamilan, terutama pada 3 bulan pertama kehamilan, jika Anda mengalami demam lebih dari 39,5 ° C, kondisi seperti ini meningkatkan risiko mengalami keguguran. Kadang-kadang setelah kehamilan, demam tinggi tidak mempengaruhi bayi, tetapi mungkin merupakan tanda penyakit lain jadi berhati-hatilah daripada ibu harus pergi ke dokter.

Terdapat banyak air di vagina

Jika ibu telah hamil selama lebih dari 37 minggu, kemudian menemukan banyak air di vagina, kondisi ini menunjukkan gejala-gejala cairan ketuban pecah dan didiagnosis sebagai tuberkulosis.

Sementara itu, apabila tanda-tanda ini terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu, besar kemungkinan ini adalah tanda kelahiran prematur. Anda memiliki banyak air dengan kontraksi, segera kunjungi dokter Anda.

Bengkak wajah, lengan atau kaki

Di usia 3 bulan pertengahan dan 3 bulan akhir kehamilan, apabila Anda mengalami bengkak di bagian tangan sebaiknya berhati-hati, kondisi itu bisa menjadi pertanda bahwa tubuh kelebihan air. Kondisi ini bisa juga menjadi tanda dari pre-eklamsia.

Baca juga:  Hal-Hal Yang Harus Ibu Hamil Hindari Ketika Perubahan Cuaca

Sebaiknya, ibu hamil segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih detail lagi. Tak hanya itu, dokter juga akan membuat kondisi ibu hamil menjadi lebih baik lagi.

Tidak merasakan gerakan bayi di dalam perut

Sekitar 3 bulan dalam kehamilan, sang ibu merasa bayi itu menendang perutnya. Namun, jika bayi Anda tidak memiliki tanda-tanda maka Anda perlu menstimulasi dengan cara berikut: Minum segelas jus buah dan kemudian berbaring miring ke kiri di ruangan selama sekitar 30 menit.

Jika Anda masih belum merasakan ada yang statis, maka Anda terus minum segelas jus buah, lalu tunggu selama 2 jam berikutnya, jika bayi tidak mengayuh atau hanya beberapa kali saja, sebaiknya ibu pergi ke dokter untuk memeriksanya.

Singkatnya, tidak semua tanda menunjukkan bahwa bayinya dalam bahaya. Namun, Anda juga harus memperhatikan dokter Anda saat check-up rutin.

Gejala yang harus segera dilakukan penanganan seperti : Sakit kepala parah, terus menerus. Pendarahan terus menerus selama lebih dari satu hari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*