Penderita Asam Urat Wajib Tahu! Inilah Makanan Yang Sebaiknya Dikonsumsi

makanan yang baik untuk penderita asam urat

Bagi orang-orang yang menderita asam urat, mereka harus memperhatikan sebaik mungkin jenis makanan yang dikonsumsi. Karena ketika salah makan, maka asam urat Anda bisa kambuh dan membuat tubuh menjadi sulit beraktivitas. Agar tidak kambuh, maka Anda harus memperhatikan menu makanan sehari-hari.

Di dalam dunia medis, asam urat disebut juga dengan gout. Ini adalah penyakit sendi yang dipicu oleh penumpukan kristal monosodium urat di jaringan dan sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh dr. Andika Widyatama, gejala dan tanda asam urat seringkali muncul secara mendadak pada malam hari.

“Pada umumnya, gejala asam urat sangat terasa dalam kurun waktu 12 – 14 jam. Tidak bertahan lama, gejala itu akan mereda sekitar 2 minggu,” ungkapnya.

Makanan Yang Baik Untuk Penderita Asam Urat

Penyakit asam urat akan kambuh apabila penderitanya terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi. Sebagai contohnya, jeroan dan makanan laut diketahui mengandung purin yang cukup tinggi.

Penderita asam urat direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan rendah purin, yaitu di bawah 100 mg.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini adalah daftar makanan rendah purin yang aman dikonsumsi oleh penderita asam urat.

  1. Buah Ceri

Sebenarnya, semua jenis buah-buahan baik untuk penderia asam urat. Namun, buah yang mengandung manfaat paling bagus adalah ceri. Ceri dipercaya mampu membantu mengurangi peradangan, sekaligus menurunkan kadar asam urat didalam tubuh.

  1. Sayuran

Jika Anda adalah penderita asam urat, beberapa jenis sayuran yang sebaiknya Anda konsumsi adalah kacang polong, kentang, terong, jamur, dan beberapa sayuran berdaun hijau gelap lainnya.

  1. Kacang dan biji-bijian

Semua jenis biji-bijian dan kacang-kacangan baik dikonsumsi oleh orang-orang yang menderita penyakit asam urat.

  1. Biji-bijian utuh
Baca juga:  Hal Yang Harus Dihindari Pada Trimester Pertama Kehamilan

Misalnya saja gandum dan beras merah.

  1. Susu

Bagi penderita penyakit asam urat, susu protein hewani dipercaya lebih bagus dan aman dikonsumsi. Justru, mereka harus menghindari produk susu berbahan dasar kedelai.

  1. Minyak nabati

Diantaranya adalah minyak kelapa, kanola, rami dan zaitun.

Selain daftar makanan diatas, penderita asam urat juga diperbolehkan untuk mengonsumsi teh hijau, telur dan semua jenis rempah-rempah.

Asupan Pendukung Bagi Penderita Asam Urat

 

Asupan lain yang tidak kalah penting dan sebaiknya dipenuhi setiap hari adalah vitamin C. Pasalnya, kandungan Vitamin C sudah terbukti menurunkan kadar asam urat secara ampuh. Silahkan berkonsultasi dengan dokter jika Anda ingin mengonsumsi suplemen Vitamin C. Nantinya, dokter akan memilihkan jenis suplemen yang coock untuk rencana pengobatan dan diet Anda.

Lantas, apakah penderita asam urat diperbolehkan mengonsumsi ikan dan daging tertentu? Ya, mereka boleh mengonsumsinya dengan syarat dalam jumlah sedang. Seperti yang dikutip dari Healthline, penderita asam urat direkomendasikan untuk makan daging sebanyak 4-6 ons per minggu.

Jenis daging yang aman dikonsumsi adalah domba, ayam, dan sapi. Sedangkan untuk kategori ikan, sebaiknya makan ikan salmon yang masih segar. Hal ini disebabkan, rendahnya kadar purin didalam salmon dibandingkan jenis ikan lainnya.

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan asupan cairan per hari. Cukupilah kebutuhan air putih, karena bisa membantu mencegah asam urat. Jauhi beberapa jenis minuman manis seperti soda, jus kemasan dan sirup. Hindari juga alkohol yang sangat membahayakan.

Bagi penderita asam urat, memperhatikan asupan makanan memang sangat penting. Terlebih lagi asam urat berkaitan dengan jenis penyakit lain, yaitu ginjal. Sehingga, menjaga kadar asam urat didalam tubuh turut menjaga kesehatan ginjal.

Baca juga:  Cara Mengurangi Risiko Cacat Lahir Pada Bayi Anda

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk menghindari setiap makanan yang bisa membuat kambuh asam urat. Selain memperhatikan pola makan, jangan lupa menerapkan pola hidup sehat lain.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*