Kenapa Perut Saya Bisa Kembung? Ini Dia Jawabannya

Pada pembahasan kali ini saya akan membahas topik yang cukup menarik. Yaitu tentang : “Kenapa Perut Bisa Kembung Atau Buncit?”. Sobat, ada banyak pertanyaan : “mengapa perut saya selalu kembung? Mengapa perut saya selalu buncit?”

penyebab perut kembung
Gambar diambil dari Pexels

Dalam hal ini, bukan berarti anda buncit karena gemuk. Tetapi mungkin karena isinya udara. Dan disertai dengan gejala-gejala seperti badan tidak enak, lemas, nafsu makan menurun, atau sering sendawa. Jadi, di pembahasan kali ini saya akan menjelaskan apa sih penyebab perut anda menjadi besar? Namun isinya hanya udara.

Oke, jadi yang pertama adalah dispepsia. Dispepsia ini di Indonesia dikenal dengan sakit maag. Ada juga yang menyebutnya dengan “asam lambung saya sedang naik atau nyeri ulu hati”. Jadi dispepsia atau gastritis ini sering dialami oleh banyak orang.

Penyebabnya bermacam-macam. Sering telat makan, makanan yang terlalu pedas, serta makanan berminyak dan sebagainya. Termasuk juga pola makan anda.

Kemudian yang kedua adalah konstipasi atau yang kita kenal dengan sembelit. Banyak orang menyebutnya dengan susah Buang Air Besar. Jadi anda sudah duduk di toilet lama sekali, tidak bisa Buang Air Besar. Penyebabnya yang pertama adalah mungkin karena makanan anda kurang serat. Atau jumlah volume makanan anda tidak cukup.

Kalau tidak cukup, apa yang dibuang? Yang kedua adalah air . Berapa sih jumlah air putih yang harus kita minum? Air putih dalam arti air mineral ya, bukan susu. Kemudian yang ketiga adalah tergantung dari gerakan peristaltik usus anda.

Jadi bagi anda yang gerakan peristaltiknya lambat, otomatis anda akan susah Buang Air Besar. “Bagaimana caranya agar gerakan peristaltik usus besar saya bis bekerja dengan baik?” Jadi anda harus berolahraga.

Mungkin bagi anda yang malas, suka tidur-tiduran di rumah, apalagi yang duduk di depan komputer dalam waktu lama, coba diimbangi dengan olahraga supaya kontraksi usus besar anda dapat bekerja dengan baik.

Baca juga:  4 Buah yang Berkhasiat Membersihkan Darah Ini Bisa Jadi Solusi

Disini saya juga mau menyampaikan bahwa konstipasi memang kelihatannya sepele. Tetapi jika anda membiarkannya berlarut-larut dalam jangka panjang, hal ini tidak baik untuk usus besar anda. Awalnya mungkin konstipasi. Kemudian, muncul komplikasi selanjutnya, yaitu wasir.

Mengapa bisa sampai terkena wasir? Apa pekerjaan anda? Kemudian tahap selanjutnya jika anda biarkan, ini bisa menjadi kanker. Jadi kotoran di dalam usus besar anda terkumpul sangat lama di dalam usus besar.

Yang kita tahu dimana di dalam usus besar terjadi penyerapan cairan. Akhirnya sisa kotoran akan mengeras dan tertinggal lama di dalam. Dan sekali lagi, kotoran juga mengandung bakteri.

Apa yang terjadi jika bakteri tersebut dibiarkan? Satu hari anda tidak buang, 2 hari, 3 hari , sampai 1 minggu. Bakteri tersebut akan berkembang biak. Dan hasil sampingannya adalah racun dalam bentuk gas.

Akhirnya, perut anda menjadi kembung, terasa penuh dan sesak.
Kemudian yang ketiga adalah gangguan usus kronis.

Contohnya seperti Irritable Bowel Syndrome atau disebut IBS. Atau juga penyakit usus ulcerative colitis. Dimana terjadi peradangan pada usus besar dan rektum. Tetapi pada video kali ini saya tidak akan membahas hal tersebut karena membutuhkan durasi video yang lebih panjang.

Lalu penyebab yang keempat, perut kembung karena alergi makanan tertentu atau hipersensitif atau intoleransi terhadap makanan tertentu. Saya berikan contoh, misalnya anda yang intoleransi terhadap laktosa pada susu sapi, misalnya.

Jadi pada saat anda mengkonsumsi susu sapi, tidak lama kemudian mungkin perut anda merasa mulas, tidak enak, diare disertai kembung. Bagi mereka ada juga yang mengkonsumsi telur pun bermasalah seperti ini.

Jadi, setiap orang memiliki sensitivitasnya masing-masing terhadap makanan tertentu. Jadi bagi anda yang alergi atau sensitif terhadap makanan tertentu, cobalah buat daftarnya dan jangan konsumsi makanan tersebut.

Atau mungkin anda bisa mengurangi jumlah konsumsi makanan tersebut jika anda memang suka dengan makanan tersebut. Sekali lagi, mungkin anda bisa konsultasi kepada dokter anda., “mengapa kalau saya makan makanan ini saya seperti ini? Apakah saya benar-benar harus stop makanan-makanan tersebut? Atau saya bisa mengurangi jumlahnya?. Silahkan konsultasikan kepada dokter anda.

Baca juga:  Sering Alami Nyeri Pada Otot Dan Sendi? Konsumsilah 4 Buah Mengobati Penyakit Rematik Ini

Lalu penyebab yang kelima adalah small intestine bacterial overgrowth. Yaitu terjadi pertumbuhan bakteri yang berlebihan pada usus halus atau pada usus kecil. Jadi sebenarnya jumlah bakteri disana tidak begitu banyak. Bakteri itu banyak di usus besar.

Tetapi jika terjadi pertumbuhan bakteri yang pesat disana, perkembangan bakteri yang cukup banyak, maka akhirnya akan menghasilkan gas dan menyebabkan perut anda kembung. Dan saya juga tidak akan membahas itu secara detail pada artikel kali ini.

Oke, lanjut penyebab yang keenam. Yaitu penyumbatan pada usus atau kita sebut dengan obstruksi usus.

Jadi, saya punya pengalaman pada bayi yang usianya di bawah satu bulan. Dulu saya pernah ditempatkan di suatu kota, dimana kota tersebut terkenal sebagai kota penghasil pisang. Alhasil, banyak anak-anak yang usianya masih di bawah 1 bulan diberikan pisang.

Seperti yang kita ketahui, bayi yang berusia di bawah 6 bulan harus mendapatkan ASI eksklusif. ASI eksklusif adalah hanya diberikan ASI tanpa makanan lainnya.

Jadi, pisang juga belum boleh. Pada saat itu, ada seorang ibu membawa anaknya yang masih bayi. Usianya baru sekitar 1 minggu. Dan ternyata, setelah diperiksa, perutnya sangat besar. Sangat keras, besar dan kembung. Isinya udara.

Dan setelah ditanya, “Mengapa kok bisa sampai begini, bu? Diberi makanan apa? Apakah hanya ASI?”. Ternyata, diberi makan pisang. Pada usia 1 minggu, pencernaan bayi belum sempurna. Tubuh bayi hanya bisa menerima ASI eksklusif. Karena diberikan pisang, akhirnya ususnya tersumbat dan perlu penanganan medis yang lebih serius, tentunya.

Akhirnya, bayi tersebut harus dioperasi untuk memperbaiki kondisi usunya itu tadi. Karena perutnya sangat besar sekali. Jadi pesan saya untuk para ibu, mungkin di lokasi saya ditempatkan dahulu mereka belum mendapatkan informasi tentang hal ini.

Baca juga:  5 Manfaat Besar Jus Seledri yang Tidak Boleh Dilewatkan

Tentang ASI eksklusif. Jadi, disini saya ingin memberikan informasi ini agar para ibu atau para orang tua tidak memberikan anaknya makanan di luar ASI selama anak itu masih berusia di bawah 6 bulan. Ada satu lagi penyakit pada bayi yang bisa menyebabkan perutnya besar, yaitu penyakit Hirschsprung’s disease.

Yaitu memang terjadi kelainan bawaan ketika lahir. Syaraf pada ususnya tidak terbentuk dengan sempurna. Hal ini juga perlu mendapatkan perawatan medis, perlu dioperasi untuk dibuang bagian tersebut. Untuk lebih detailnya, sebaiknya anda kunjungi dokter anda. Sekali lagi, pembahasan saya ini bukan untuk menggantikan peran dokter.

Jika perut anak anda kembung, apalagi masih usia balita/bayi, sebaiknya anda bawa ke dokter anak. Jangan dipikirkan sendiri, “Oh, penyebabnya ini!”, lalu anda berikan obat sembarangan. Yang dikhawatirkan nanti justru bertambah sakit. Bertambah parah.

Lalu penyebab yang terakhir adalah kondisi tertentu, yaitu dimana terdapat parasit pada saluran pencernaan anda. Mungkin itu cacing pita dan sebagainya. Jadi, hal itu juga dapat menyebabkan perut anda buncit, dapat menyebabkan perut anda kembung.

Jadi itu adalah 7 penyebab mengapa perut anda bisa kembung atau buncit. Dan pesan saya adalah mungkin banyak masyarakat Indonesia yang apabila perutnya kembung, semua dimasukkan ke dalam satu penyakit. Yaitu ‘masuk angin’, dan obatnya adalah kerokan.

Tidak salah jika anda berpikir seperti itu. Tetapi, coba anda analisa lagi. Jika dengan kerokan anda tidak sembuh, sebaiknya kunjungi dokter anda.

Itulah pembahasan mengenai Kenapa Perut Bisa KEMBUNG ??? Semoga bermanfat ya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*