Gejala Difteri Pada Anak Yang Wajib Anda Ketahui Agar Tidak Terlambat

gejala difteri pada anak

Gejala difteri pada anak sebenarnya sudah bisa dikenali oleh orang tua sejak jauh-jauh hari. Ini penting untuk dipahami dengan baik oleh ayah dan bunda, supaya bisa secepat mungkin melakukan pengobatan difteri. 

Selain untuk menghindarkan penderita dari komplikasi, pengobatan sedini mungkin juga bertujuan supaya penyakit difteri tidak menular kepada orang-orang disekitar. Seperti yang sudah Anda ketahui, difteri adalah penyakit yang mudah menular dan tergolong sebagai penyakit berbahaya. 

Terhitung sudah ada sekitar 3.353 kasus difteri yang menjangkit di Indonesia, sejak tahun 2011-2016. Karena maraknya penyakit ini, sudah seharusnya kita memahami apa saja sih gejala difteri pada anak. Simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Penyakit Difteri?

Difteri adalah suatu penyakit yang bisa memicu terjadinya gangguan di tenggorokan dan hidung. Penyebab utama dari penyakit difteri yaitu infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae

Pada umumnya, difteri dialami oleh orang-orang yang kurang mendapatkan imunisasi, hidup di lingkungan kumuh dan kekurangan asupan gizi. Coba diperiksa lebih lanjut, apakah salah satu hal itu terjadi pada anak-anak Anda? Jika iya, sebaiknya waspadai sejak dini. 

Penyakit difteri pada anak sebaiknya harus secepat mungkin ditangani, supaya tidak menular ke orang lain. Ada tiga cara penularan difteri, seperti memakai barang yang terkontaminasi bakteri, kontak fisik dengan penderita dan menghirup percikan bersin atau ludah penderita.

Oleh karenanya, penting bagi Anda semua untuk mengetahui gejala difteri pada anak. 

Gejala Difteri Pada Anak

Gejala difteri pada anak biasa muncul berselang 2-5 hari sesudah terinfeksi bakteri. Walaupun ada penderita yang sama sekali tidak mengalami gejala apapun, namun kebanyakan menunjukkan beberapa gejala.

Mulai dari gejala seperti flu biasa, sampai dengan yang paling khas yaitu terbentuknya abu-abu tebal di amandel dan tenggorokan. 

Adapun gejala difteri pada anak yang lainnya terdiri:

  • Hidung meler
  • Sulit bernapas
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Ketika bernapas terdengar suara nyaring
  • Kelenjar getah bening yang semakin membesar di leher
  • Suara menjadi serak
  • Detak jantung meningkat
  • Langit-langit mulut mengalami pembengkakan

Bagi anak-anak yang terkena penyakit difteri, mereka mengalami hidung meler yang berbeda dari biasanya. Awal mula memang ingusnya cair, namun semakin lama ingus tersebut berubah menjadi kental dan bahkan disertai darah.

Demam akan dialami oleh anak-anak selama 48 jam yang membuatnya menggigil. Jika sudah lewat dua hari, penyebaran racun difteri semakin parah, menyebabkan bagian belakang leher menjadi tebal. 

Pada akhirnya, anak-anak sulit menelan dan bernapas, membuat mereka lemas karena nafsu makan menurun.  

Apabila anak-anak Anda menunjukkan salah satu dari beberapa gejala difteri diatas, alangkah baiknya segera membawa ke dokter, supaya mendapat pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. 

Langkah-Langkah Pengobatan Difteri

Setelah membawa anak-anak ke dokter, biasanya dokter akan memastikan diagnosis difteri pada anak lebih lanjut, dengan cara mengambil sampel lapisan tebal abu-abu di tenggorokan dan tonsil. Selain itu, dokter bisa saja mengangkat sebagian lapisan berwarna abu-abu itu, supaya tidak menghambat pernapasan. 

Untuk mengobati difteri pada anak, dokter mempunyai metode sendiri-sendiri berdasarkan usia, gejala dan kondisi kesehatannya. 

Secara umum, dokter akan memberi dua macam obat:

Antibiotik

Obat pertama yang biasa diberikan kepada penderita difteri adalah antibiotik, seperti eritromisin atau penisilin. Fungsi antibiotik adalah membersihkan infeksi dan membunuh bakteri di dalam tubuh.  

Antitoksin 

Dokter menyuntikkan antitoksin ke pembuluh darah penderita, dengan tujuan menetralkan racun difteri di tubuh. 

Tidak sembarangan memberi antitoksin, namun dokter terlebih dahulu melakukan tes alergi, apakah pasien alergi terhadap antitoksin atau tidak.  

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*