Beberapa Macam Puasa Sunnah di Agama Islam yang Berpahala Besar

beberapa jenis puasa sunnah

Menurut ajaran agama islam, ada empat kelompok dalam bab puasa. Yaitu puasa makruh, puasa haram, puasa sunnah dan puasa wajib. Pada kesempatan ini, admin ingin membahas beberapa macam puasa sunnah. Ini bisa menjadi panduan dasar supaya Anda bisa lebih semangat lagi mengerjakan amalan-amalan sunnah.

Walaupun sifatnya sunnah, tidak ada salahnya lho untuk mencoba membiasakan diri menerapkannya dalam keseharian. Kalau begitu, langsung saja disimak pembahasan berikut.

Berbagai Macam Puasa Sunnah

  1. Puasa Sunnah Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa sunnah pada hari ke-9 di bulan Dzulhijjah. Lebih dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang melaksanakan haji. Sebenarnya umat islam yang berhaji diperbolehkan melaksanakan puasa arafah, namun lebih baik lagi tidak.

Supaya lebih kuat dan fokus dalam melaksanakan ibadah haji dan berdoa di Arafah. Beberapa keutamaan puasa Arafah adalah membebaskan sika api neraka dan menghapus dosa dua tahun. Dengan pahala yang begitu besar, ingat baik-baik ya kapan pelaksanaan puasa arafah.

  1. Puasa di 10 Hari Awal Bulan Dzulhijah

Pada bulan Dzulhijah, di sepuluh hari pertama umat muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak berdo’a, istigfar, bersedekah, berdzikir, dan berpuasa. Asalkan Anda tahu, puasa sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah itu ibarat berpuasa selama satu tahun penuh, sekaligus kita diibaratkan sholat setiap malam yang seperti sholat di Lailatul Qadar.

Baca Juga: Pelajaran yang Ada di Surat Yasin Sebagai Pedoman Hidup

Tentu ada begitu banyak keutamaan puasa 10 harri pertama bulan Dzulhijah, antara lain diampuni dosa, diibaratkan sedang berpuasa dan beribadah setahun penuh tanpa berbuat maksiat, doanya dikabulkan oleh ALLAH SWT, dan sebagainya.

  1. Puasa Tasu’a

Puasa Tasu’a dikerjakan pada tanggal sembilan bulan Muharam. Puasa sunnah ini dilaksanakan sebagai pengiring puasa keesokan harinya, yakni tanggal 10 Muharram. Puasa 9 Muharram menjadi pembeda dengan orang Yahudi yang sama-sama berpuasa di 10 Muharram.

  1. Puasa Asyura

Ini dia puasa sunnah yang dilaksanakan sesudah puasa Tasu’a, yaitu puasa Asyura. Siapa sangka, ternyata puasa Asyura menjadi puasa sunnah paling utama dan terbaik sesudah puasa Ramadhan.

Baca juga:  Pelajaran Penting yang Ada Di Dalam Surat Yasin Sebagai Pedoman Hidup

Demikianlah sedikit pembahasan mengenai beberapa jenis puasa sunnah. Tentu masih ada puasa sunnah yang lain seperti puasa senin kamis, puasa syawal, puasa daud, dan lain sebagainya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*